Soksi: Sudah Tepat Golkar Ingatkan Gubernur Edy karena “Suami” Wakil Gubernur Sumut

by -13 views
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat diwawancarai wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (19/8/2022).|Foto: Istimewa.

MEDANBERITA.ID – Ketua Depidar II Soksi Sumut, Sangkot Sirait menilai sudah tepat langkah DPD Partai Golkar Sumut mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terkait prosedur penganggaran proyek pembangunan jalan senilai Rp 2,7 Triliun.

Kata Sangkot yang menyetir pernyataan Edy Rahmayadi bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut merupakan pasangan suami istri, maka semakin nyambung kritisi yang dilakukan Partai Golkar Sumut. Bukan didasari rasa kebencian.

“Gubernur sendiri sudah mengakui pengibaratan Gubernur dan Wakil Gubernur adalah suami-istri. Maka mestinya suami jangan marah atau jangan menganggap tak mendukung, bila istri mengingatkan suami atas hal-hal yang dilakukan oleh anak-anaknya dalam hal ini SKPD,” ucap Sangkot saat diwawancarai awak media di Kantor Depidar II Soksi Sumut, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, Jumat (19/8/2022) sore.

Ketua Depidar II Soksi Sumut, Sangkot Sirait.

Sangkot melanjutkan, mestinya Gubernur Edy Rahmayadi selaku suami Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, mengajak bicara empat mata mendiskusikan problem “rumah tangga” yang ada. Karena Musa Rajekshah yang karib disapa Ijeck notabene adalah Ketua Partai Golkar Sumut

“Bukan malah menceritakan persoalan rumah tangga di depan umum. Itu kan namanya mengumbar aib atau cakap kasarnya semacam mau “mematikan karakter” istri sendiri?. Hingga wajar saja publik khususnya wartawan berasumsi seolah-olah telah terjadi perpecahan antara pasangan Gubernur dan Wagub Sumut,” kata Sangkot.

Selain itu, Sangkot meyakini Partai Golkar Sumut yang merupakan satu di antara perahu pasangan Eramas (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah) pada Pilkada 2018 lalu, selalu mendukung kebijakan Pemprov Sumut yang pro rakyat sesuai aturan perundang-umdangan yang berlaku.

“Golkar pasti berada di garda paling depan mendukung pembangunan di Sumut, memajukan infrastruktur dan menyejahterakan masyarakat Sumut. Apalagi saat ini Partai Golkar Sumut dikomandoi langsung saudara Ijeck yang merupakan Wakil Gubernur Sumut. Maka tentunya saudara Ijeck tak ingin pemerintahan yang ia pimpin bersama Pak Edy terjerembab dalam persoalan hukum atau memastikan kerja-kerja Pemprov Sumut tetap pada rel atau aturan yang ada,” urai Sangkot lagi.

Soksi sebagai satu di antara tiga Ormas pendiri Partai Golkar, tambah Sangkot, juga berharap agar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mendengar aspirasi Partai Golkar dan melakukan kajian kembali secara cepat agar proses pembangunan segera berjalan namun dengan cara-cara dan prosedur yang benar.

“Apalagi pasangan Eramas ini didukung Partai Golkar pada Pilkada Sumut 2018. Jadi kita berharap Pak Edy jangan sekali-kali melupakan sejarah itu. Karena manusia yang paling baik adalah yang tak melupakan sejarahnya,” harap Sangkot.

“Masyarakat khususnya wartawan pun harus memutar memori atau membuka lembaran berita yang pernah ada sebelumnya, bahwa saudara Ijeck juga pernah secara langsung dan gamblang mengkritisi kerja-lerja OPD Pemprov Sumut yang videonya sempat viral. Jadi semua itu semata-mata karena sayangnya istri mengingatkan suaminya agar tidak melenceng,” tambah Sangkot mengakhiri. (mber01/medanberita.id)