Ketum Depinas Soksi Terpilih jadi Anggota BPK RI, Ketua Soksi Sumut Sangkot Sirait Ungkap Syukur Alhamdulillah

by -10 views
Ketua Umum Depinas Soksi Ir Ahmadi Noor Supit (pakai jas) turut didampingi Ketua Depidar II Soksi Sumut Sangkot Sirait S.Sos saat akan mengikuti fit and proper test calon anggota BPK RI di Komisi XI DPR RI, Senin (19/9/2022). Ahmadi Noor Supit terpilih dengan suara bulat menjadi anggota BPK RI pada rapat internal Komisi XI DPR RI, Selasa (20/9/2022).

MEDANBERITA.ID – Ketua Umum Depinas Soksi, Ir Ahmadi Noor Supit terpilih menjadi anggota BPK RI periode 2022-2027 sesuai hasil rapat internal Komisi XI DPR RI, Selasa (20/9/2022).

Semua anggota Komisi XI DPR RI secara bulat sepakat memilih Ahmadi Noor Supit dari sembilan nama calon anggota BPK RI yang mengikuti Fit and Proper Test, Senin (19/9/2022) kemarin.

Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir selaku pimimpinan rapat internal, membacakan keputusan komisinya mempercayakan Ahmadi Noor Supit menjadi anggota BPK RI periode 2022-2027.

“Jadi kita sepakat bulat untuk memilih saudara Insinyur Ahmadi Noor Supit,” tegas Kahar dalam menyampaikan putusannya, di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Saat ditanya kembali oleh Kahar keputusan tersebut, semua anggota Komisi XI yang mengikuti jalannya rapat menegaskan kata setuju.

“Kita setuju kan?,” tanya politikus senior Partai Golkar itu kepada seluruh anggota Komisi XI DPR.

“Setuju,” sahut seluruh anggota Komisi XI DPR RI langsung riuh senang bertepuk tangan.

“Sah kan….sah,” tutup Kahar sembari mengetukkan palu sidang.

Sebelum bubar, Kahar Muzakir juga sempat bergurau kepada anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun agar berdiri.

“Pak Misbakhun boleh berdiri,” ucap Kahar disambut riuh tawa dan tepuk tangan lagi dari anggota Komisi XI DPR RI lainnya.

Terpisah, Ketua Depidar II Soksi Sumut Sangkot Sirait S.Sos mengucapkan syukur Alhamdulillah atas terpilihnya Ketum Depinas Soksi Ir Ahmadi Noor Supit menjadi anggota BPK RI.

“Alhamdulillah Bapak Ahmadi Noor Supit sebagai anggota BPK. Terpilih aklamasi secara musyawarah mufakat,” ungkap Sangkot saat dimintai tanggapan, Selasa (20/9/2022) sore.

Sangkot mengapungkan harapan kinerja BPK RI semakin baik dengan masuknya Ketum Depinas Soksi Ahmadi Noor Supit sebagai anggota BPK RI.

“Semoga kinerja BPK RI semakin baik dan semakin dipercaya masyarakat,” harap Sangkot yang juga sedang berada di Jakarta.

Diketahui, penetapan nama dilakukan DPR setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan pada, Senin (19/9/2022) yang terdiri dari sembilan calon anggota BPK RI.

Ahmadi Noor Supit adalah politisi Tanah Air yang berasal dari partai Golkar dan merupakan mantan anggota Komisi XI DPR RI untuk periode 2014-2019.

Ia bukan orang baru yang mewakili rakyat di DPR RI. Ahmadi memulai karir menjadi anggota DPR RI sejak 1992, serta pernah menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Ketua Komisi XI pada awal 2016.

Dengan terpilihnya Ahmadi Noor Supit sebagai anggota BPK RI, maka berikut susunan pimpinan BPK terbaru:

Ketua: Isma Yatun

Wakil Ketua: Agus Joko Pramono

Anggota I: Nyoman Adhi Suryadnyana

Anggota II: Daniel Lumban Tobing

Anggota III: Achsanul Qosasi

Anggota IV: Haerul Saleh

Anggota V: Ahmadi Noor Supit

Anggota VI: Pius Lustrilanang

Anggota VII: Handra Susanto

Ketua Umum Depinas Soksi Ir H Ahmadi Noor Supit

Soroti Pemborosan APBN

Sebelumnya Ahmadi Noor Supit menyampaikan paparannya sebagai calon anggota BPK RI pada fit and proper test di Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Politisi Partai Golkar Ahmadi Noor Supit menilai, mesti ada pembenahan di sisi pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan anggaran negara.

“Apakah kemudian ketika kita banyak sekali mengeluarkan (uang) dari pusat ke daerah, kemiskinan berkurang signifikan? Apakah pengangguran berkurang signifikan? Juga tidak,” tutur Ahmadi.

Ia menyampaikan, fungsi pengawasan BPK mesti diperkuat agar anggaran pemerintah bisa dipakai sesuai peruntukannya.

Pernah menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR tahun 2016, Ahmadi mengeklaim selalu menyampaikan keresahannya soal pemborosan dana APBN.

“Selalu saya sampaikan Rp 2.000 triliun itu kita buang-buang ke laut,” kata dia.

Dalam pandangannya, selama ini masih terjadi pemborosan anggaran karena kinerja kementerian, lembaga, da  pemerintah daerah yang tumpang tindih.

Ia pun pernah meminta pada Presiden Joko Widodo untuk melalukan terobosan pengaturan keuangan negara.

“Empat mata saya ngomong dengan Pak Jokowi, kalau Bapak memimpin begini, tidak melakukan perubahan total, Indonesia tidak akan pernah maju,” papar dia.

Ahmadi pun menjelaskan ketertarikannya untuk bergabung dengan BPK, yaitu karena ingin melakukan perubahan.

Di sisi lain, lanjut dia, banyak anggota BPK saat ini yang telah lama dikenalnya.

“Saya tidak ingin mengatakan saya manusia super yang bisa mengubah. Pasti enggak bisa sendiri, semua perubahan harus dilakukan bersama-sama,” kata dia.

Diketahui, ada 8 calon anggota BPK yang menjalani tes uji kelayakan di Komisi XI hari ini.

Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara menyampaikan hanya akan mencari satu kandidat yang lolos untuk menjadi anggota BPK.

Proses tersebut bakal ditentukan dalam voting di rapat internal Komisi XI, Selasa (20/9/2022).

(mber01/medanberita.id)